follow us

3 Alasan Orang Malas Pakai Helem Saat Berkendara


3 Alasan Orang Malas Pakai Helem Saat Berkendara. Indonesia merupakan Negara besar yang penduduknya lebih dari 200 juta jiwa. banyaknya jumlah penduduk Indonesia ini mendorong makin banyaknya kebutuhan transportasi di Tanah air tercinta Indonesia.

jika kita falsh back ke beberapa tahun kebelakang sekitat tahun 2005, waktu itu kendaraan bermotor di pedesaan masih sangat jarang sekali. mungkin hanya orang orang tajir tertentu saja yang memiliki kendaraan bermotor dan itupun kebanyakan motor jadul, mobil belum ada yang punya.

saya sendiri waktu itu masih duduk di bangku sekolah menengah pertama/ SMP. dan waktu itu saya berangkat sekolah masih naik angkotan umum. karena waktu itu dalam keluarga saya belum ada yang punya kendaraan bermotor sama sekali.

dan jalanan raya kala itu juga masih sepi. jalan jarang rusak tidak seperti sekarang yang bentar bentar jalan rusak karena saking banyaknya volume kendaraan bermotor di jalan.

itulah kondisi jalanan beberapa tahun yang lalu. nah sekarang ini semuanya sudah tidak sama. semakiin tahun volume kendaraan bertambah dan bertambah. sampai sampai dalam satu kepala keluarga ada yang memiliki kendaraan bermotor sendiri sendiri sama dengan jumlah anggota keluarganya itu.

jika kita cermati lagi lebih dalam, dulu anak pergi sekolah naik angkotan umum, dan sekarang apa yang kita lihat dulu sudah jarang bahkan hamper tidak ada. kebanyakan anak sekolah naik sepeda motor sendiri sendiri.

alhasil jalanan dipagi hari dipenuhi orang berangkat sekolah dan orang yang berangkat kerja. sedangkat angkotan umum sudah mulai sepi. anak anak muda jaman sekarang sudah gengsi untuk kemana mana naik angkotan umum. miris ya di Negara kita ini? padahal diluar negeri justru kebalikannya. orang lebih suka berjalan kaki karipada naik kendaraan.

sampai sampai ketika pelancong mancanegara berkunjung ke Indonesia mereka masih membawa kebiasaan itu. salut banget. tidak percaya? coba kalian cermati bule bule di bali, mereka kemana mana jalan kaki kan? ya walaupun ada beberapa sih tapi gak banyak.

dan yang paling buruk lagi di Indonesia ini, orang orang pada pada males mengenakan helem ketika berkendara dijalan raya. padahal helem ini merupakan pelindung diri kita agar tetap aman dan terhindar dari celaka yang tidak kita inginkan.

dijalan raya sangat banyak khususnya kalangan pemuda yang enggan menggunakan helem hanya karena masalah sepele. mereka lebih memilih resiko berbahaya daripada memakai helem.

apa yang membuat mereka sangat malas mengguanakan helem dijalan raya? mari kita ulas penyebab orang malas pakai helem saat berkendara di jalan raya.

Baca Juga: Jalan Tol Diatas Laut Bali

1. Takut Tatanan Rambut Berantakan


alasan yang paling banyak terjadi di kalangan remaja ABG adalah alasan yang ini. jadi remaja ABG pada umumnya memang masih dalam pencarian jati diri. sehingga tak jarang penampilan adalah yang paling diutamakan bagi mereka. karena mereka merasa dengan penampilan yang keren pasti akan gampang menarik lawan jenis.

salah satu yang paling diperhatikan oleh remaja biasanya adalah rambut, apalagi remaja laki-laki tau sendirikan bagaimana model rambut anak laki jaman sekarang? model jabrik ada, model jambul ada, model mohak ada, model ariel dan model yang lainnya.

nah salah satu alasan kenapa mereka malas pakek helem atau jarang pakai helem karena mereka lebih condong mementingkan kerapihan rambutnya ketimbang keselamatan nyawanya.

bisa dibayangkan kalau rambut sudah ditata sedemikian kerennya menurut mereka lantas di pakai in helem kan jadi amburadul lagi. hehe alasan yang simple bukan tapi ya gitu deh jadinya.

 Baca Juga: Cara Terbaru Berbelanja Barang Di Amazon Tanpa CC

2. Gerah Dan Risih Atau Tidak Nyaman


alasan yang selanjutnya adalah karena gerah atau merasa tidak nyaman. kalau ini mah sudah jelas, emang siapa yang gak gerah kalau lagi pakai helem? apalagi waktu siang hari dibawah terik matahari ditambah nunggu lampu merah jadi lampu hijau, weh rasanya kepala cenut cenut pusing kan? rasanya pingin deh cepet-cepet copot tuh helem.

belum lagi kalau kalian hidupnya di jakarta, beh gak bisa diceritain pokoknya udah tau sendiri kan jakarta bagaimana? sudah macet lampu merah dibawah terik matahari dan lagi pakek helem. pasti kepala cemut cemut tuh hehe.

tapi bagaimanapun, yang namanya keselamatan harus diutamakan, masih mending cuma nahan panas dan gerah daripada kepala ke gencet mobil ayo pilih mana? kalau aku sih ya pilih keselamatan dong, apalagi istri masih satu hahaha. #kidding.

3. Tidak Percaya Diri/ Tidak PD


dan yang ketiga alasan orang malas pakai helem adalah karena merasa tidak percaya diri? kok bisa? iya bisa, sama halnya dengan kita pakai pakaian, terkadang kita pakai pakaian yang bagus masih merasa tidak PD atau merasa gimana gituh.

biasanya yang saya tau orang tidak percaya diri pakai helem ada beberapa faktor, diantaranya adalah:
  • helem yang dimiliki kebesaran tidak sesuai ukuran kepalanya. sehingga merasa aneh setelah dipakai. mungkin ngerasa bak astronot kali ya hahaha
  • terlalu kurus, biasanya orang yang terlalu kurus emang tidak pantas pakai helem. karena helem nya keliahatan kebesaran dan seperti nindih badannya. 
  • helemnya jelek, kalau ini sudah jelas ya siapa juga yang gak malu kalau cantik cantik atau ganteng eh pakainya helem jelek. kan jadi hilang kerennya.

nah itulah tadi beberapa alasan yang berhasil saya tulis diartikel kali ini, semoga kita tidak termasuk orang yang lebay diatas ya kawan, masak kita rela nyawa kita melayang gara gara rambut alasan sepele diatas?

dan semoga masyarakat yang masih bandel untuk menggunakan helem ini bisa berubah. apalagi kondisi jalan raya sekarang semakin padat volume kendaraan bertambah. otomatis resiko berkendara semakin tingi. ayo tertib berlalu lintas. mari kita jadi warga indonesia yang taat pada hukum.

demikian artikel tentang 3 alasan orang malas pakai helem saat berkendara, dan selamat jumpa di artikel saya selanjutnya.

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar