follow us

Membangun karakter baik untuk bangsa

P endidikan Karakter Dimulai Dari Mana?
Mengawali artikel ini, sebagai umat manusia yang sadar akan keberadaan Allah yang maha Rahman dan Rahim sudah sepantasnya apabila kita saling mengingatkan agar senantiasa bersyukur kepada Allah dengan ucapan Alhamdulillahi Robbil alamin.

Adapun tindakan sebagai rasa syukur kita tentunya kita berkewajiban merawat semua pemberian Allah (segalan kenikmatannya) dan memanfaatkannya dengan mengikuti dan menaati semua perintah Allah sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Rosulullah dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara sebagai uswatun-hasanah.

Kita semua sependapat bahwa karakter suatu bangsa terbentuk dalam waktu yang lama melalui pendidikan dan kebudayaan. Dengan demikian untuk merubah karakter suatu bangsa akan memerlukan waktu yang lama dengan menggunakan wahana pendidikan (formal dan non-formal) termasuk pesantren dan melalui budaya bangsanya.

Bagaimana kondisi perkembangan pendidikan di negeri ini? Bagaimana halnya perkembangan budaya bangsa selama ini? Kita bisa merenung sejenak tentang perkembangan pendidikan dan budaya bangsa yang berujung pada karakter masyarakat kita dewasa ini. Karakter bangsa yang sudah jauh dengan dari nilai-nilai ajaran agama, selain sudah tidak sesuai dengan pancasila sebagai dasar Negara dan juga jauh dari semangat “bineka tunggal ika yang mengantarkan bangsa Indonesia kedepan pintu gerbang kemerdekaannya.”

Berbagai diskusi telah dilakukan oleh kelompok-kelompok masyarakat baik formal maupun non-formal. Langkah-langkah parsial juga telah dilakukan oleh para motivator, dosen, guru, tokoh spiritual dan berbagai tokoh masyarakat di lingkungan kampus, institusi, sekolah, pondok pesantren dan tempat-tempat lain yang secara sporadis tumbuh dimana-mana. Ini merupakan kegiatan positif bahkan boleh dibilang trobosan kreatif untuk menghadapi berbagai ironi di Negri ini. Kegiatan ini bisa kita yakini akan membangun kesadaran kolektif warga bangsa. Kesadaran kolektif akan pentingnya perubahan yang akan memungkinkan gerakan nasional perubahan.

Kita perlu bersama-sama membuka mata, membuka telinga, membuka pikirandan hati kita agar kita bisa menumbuhkan rasa cinta kita terhadap tanah air, bangsa dan Negara yang kita cintai. Rasa cinta tanah air ini akan membangkitkan rasa ikut memiliki, ikut menjaga dan berani melihat diri sendiri dengan segala kekurangan sehingga selalu siap mendapat kritik dari siapapun dan kapanpun terkait dengan kondisi degeri ini dan sejauh mana dirinya berbuat.

Dengan demikian rasa cinta tanah air ini harus dimiliki oleh warga masyarakat di negeri ini., apalagi generasi muda. Generasi muda adalah penerus perjuangan generasi terdahulu untuk mewujudkan cita-cita bangsa, harapan dalam setiap kemajuan didalam suatu bangsa, yang dapat mengubah pandangan orang terhadap suatu bangsa dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan suatu bangsa dengan ide-ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku didalam masyarakat. Bahkan presiden pertama RI Ir. Soekarno dalam pidatonya pernah mengatakan: “berikan aku 1000 anak muda maka aku akan memindahkan gunung, tapi berikan aku 10 pemuda yang cinta akan tanah air maka aku akan mengguncang dunia.”

Mencermati berbagai perkembangan situasi dan kondisi bangsa ini tentu kita bisa melihat, merasakan, menyaksikan bahwa ikut mengalami sendiri betapa ironisnya negeri ini. Mulai dari kepemimpinan, komflik social, moralitas, porno grafi, kenakalan remaja, ketidak jujuran dan kemunafikan, tauran antar kelompok, HIV/AIDS, narkoba, realitas social, kemiskinan, ancaman bom sampai hutang luar negeri dan peristiwa memilukan lainnya.

Perkembangan terakhir yang menambah suram negeri ini adalah negeri agraris yang harus mengimpor produk-produk pertanian mulai dari beras, kedelai, sampai bawang putih dan bawang merah. Sudah begitu masih diikuti mekanisme impor barang dengan berbagai praktek kecurangan yang dilakukan baik oleh para pengusaha maupun para oknum birokrat. Belum lagi ironi di bidang pendidikan, beberapa guru ditengarai melakukan pelecehan seks terhadap muridnya, tawuran antar pelajar dan mahasiswa kurikulum, bahan pelaran dan komponen pendidikan lainya yang sangat jauh dari harapan tujuan pendidikan.

Kondisi demikian apabila terus berlangsung tanpa adanya perubahan, masihkah Indonesia raya sebagaimana yang kita nyanyikan itu 10 atau 20 tahun kedepan? Apakah tidak akan lahir penyesalan dan hujatan bahkan kutukan dari generasi mendatang terhadap generasi kita saat ini? Haruskah sejarah mencatat bahwa generasi kita adalah generasi tamak, rakus dan perusak negri ini? Sebagai warga bangsa, mari kita sama-sama merenung dan merefleksikan sejenak sembari mencari berbagai langkah dan tindakan alternatif yang masih memungkinkan kita lakukan.

Sebagai bangsa yang besar sejatinya sudah sepantasnya kita bersyukur, kita telah di lahirkan di satu Negara yang penuh potensi yang merupakan anugrah dari tuhan yang maha murah kepada bangsa Indonesia. Bila dilihat dari kondisi geografi, demografi, dan sumber kekayaan alam serta keanekaragaman budaya yang sangat menarik. Dunia pun mnegakui bahwa potensi yang dimiliki Indonesia bisa mennjadikan Negara ini masuk ke Negara-negara besar yang disegani dan dihormati dunia.

Mari kita renungkan dan perhatikan petensi kita satu demi satu. posisi geografi yang terletak diantara dua benoa besar dan dua samudra luas memberikan peluang strategis yang memungkinkan untuk mengalahkan kemajuan singapura, malaysia dan negara lain di asia tenggara. jumlah penduduk yang sangat besar dan memiliki kepandaian intelegensi tinggi merupakan potensi sumber daya manusia yang sangat potensial untuk meningkatkan produktifitas.

Sumber kekayaan alam yang melimpah merupakan potensi yang sangat bernilai jika dikelola dengan adil dan lestari. keanekaragaman budaya yang tersebar diseluruh wilayah merupakan daya tarik yang bisa meningkatkan devisa jika dikelola dengan baik dan beradab. mari kita kembali merenungkan segala potensi ini agar kita bisa mensyukuri dan memanfaatkannya secara adil dan lestari untuk kelangsungan hidup anak bangsa dan kejayaan indonesia tercinta.

Dengan jujur kita harus mengakui bahwa sebagai bangsa yang besar ternyata belum berhasil mengelola berbagai potensi dengan baik. bahkan sebaliknya. berbagai ironi justru kita temui dan tersebar di berbagai kawasan di negeri ini bertolak belakang dengan berbagai potensi yang dimiliki.

Untuk itu perubahan harus kita lakukan, kita perjuangkan dan kita gerakkan sehingga menjadi gerakan nasional agar situasi dan kondisi segera berubah menjadi lebih baik. nantinya generasi kita tidak tercatat sebagai generasi perusak, kita tidak dihujat oleh generasi penerus dan kitapun merasakan kedamaian dalam menjalani hidup di negri yang kita cintai ini. untuk itu kita perlu merefleksikan keadaan ini dan belajar dari pengalaman negara-negara maju di dunia agar kita bisa menyikapi keadaan serta memilih langkah yang tepat sesuai dengan potensi yang kita miliki saat ini.

Mas Joko Mursito dari pusdikkanas telah memberikan catatan dan pengalamannya kepada kami. banyak juga teman-teman lain yang telah berbagi melalui blog dan ternyata esensinya samma dengan hasil diskusi kami di seminar"Date With Destiny bersama Antony Robbins" yang diikuti oleh 900 orang dari 42 negara di the western hotel nusa dua bali.

Adapun keimpulannya sebagai berikut:
perbedaan negara maju dengan degara miskin tidak tergantung pada umur negara itu. sebagai contoh adalah mesir dan india umurnya lebih dari 2000 tahun, tetapi sampai sekarang masih tetap tebelakang atau miskin. sementara canada. new zealand, singapura, australia adalah negara yang belum sampai 200 tahun tetapi negara-negara itu merupakan bagian dari negara yang maju di dunia dan penduduknya tidak lagi miskin.

Ketersediaan sumber kekayaan alam juga tidak bisa menjamin suatu negara itu menjadi kaya atau miskin. indonesia yang memiliki ketersediaan sumber kekayaan alam yang melimpah ternyata sudah lebih 60 tahun merdeka sampai saat ini masih termasuk negara berkembang dan banyak kemiskinan. sebaliknya jepang mempunyai area sangat terbatas, daratannya 80% berupa pegunungan dan tidak cukup untuk meningkatkan pertanian dan peternakan selain letaknya juga tidak strategis seperti indonesia. saat ini jepang menjadi raksasa ekonomi terbesar nomor dua sedunia.

jepang laksana suatu negara industri terapung yang besar. sekali mengimpor bahan baku dari semua negara dan mengekspor barang jadinya. sama-sama diterjang badai tsunami ternyata jepang lebih piawai dalam melakukan rekonstruksi sosial dibanding indonesia.

Swiss tidak mempunyai perkebunan coklat tetapi sebagai Negara pembuat coklat terbaik di dunia. Negara swiss sangat kecil, hanya 11% daratannya yang bisa ditanami. Swiss juga mengolah susu dengan kualitas terbaik, nestle adalah salah satu perusahaan makanan terbesar di dunia. Swiss juga tidak punya cukup reputasi dalam keamanan, integritas dan ketertiban, tetapi saat ini bank-bank swiss menjadi bank yang sangat disukai.

Perancis adalah Negara yang memproduksi farfum dengan kualitas terbaik di dunia dengan harga yang sangat mahal. Tahukah anda kalau 95% bahan pembuatan farfum tersebut berasal dari Indonesia? Yang dibeli dengan sangat murah dan seringkali dipermainkan oleh para tengkulak. Dari data yang ada menunjukkan bahwa 80 jenis tanaman yang bisa menghasilkan crude oil di dunia 70 jenis tumbuh dan perkembang dengan baik di Indonesia.

Para eklusif dari Negara maju yang bekomunikasi dengan temannya dari Negara terbelakang sependapat bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan dalam hal kecerdasan intelegensia. Ras warna kulit juga bukan factor penting. Para imigran yang dinyatakan pemalas di Negara asalnya ternyata menjadi sumberdaya yang sangat produktif di Negara maju eropa dan Negara maju lainnya.

Lalu apa perbedaannya?

Perbedaannya adalah pada sikap atau prilaku masyarakatnya yang sudah terbentuk dalam waktu yang lama melalui pendidikan dan kebudayaan. Berdasarkan analisis atau prilaku masyarakat di Negara maju, ternyata bahwa mayoritas penduduknya sehari-harinya mematuhi prinsip-prinsip dasar kehidupan sebagai berikut.

Etika, sebagai prinsip dasar dalam kehidupan sehari-hari.

Kejujuran dan integritas.

Bertanggung jawab.

Hormat pada aturan dan hukum masyarakat.

Hormat pada hak orang lain/ warga lain.

Cinta pada pekerjaan.

Berusaha keras untuk menabung dan investasi.

Mau bekerja keras.

Tepat waktu.


Dinegara terbelakang/berkembang, hanya sebagian kecil masyarakatnya mematuhi prinsip dasar kehidupan tersebut. Sebagian besar masyarakat tidak patuh.

Bagaimana dengan kondisi masyarakat dan bangsa kita? Apakah nilai-nilai ini bertentangan dengan pancasila yang pernah diakui sebagai jalan hidup (way of life) bangsa? Dan apakah nilai-nilai ini juga bertentangan dengan akhlaqul-karimah dalam ajaran islam? Dalam Al-quran Allah SWT telah berfirman:

Sesungguhnya pada diri Rosullullah SAW terdapat tauladan yang baik bagi mereka yang menggantungkan harapannya kepada Allah dan hari akhirat serta banyak berdzikir kepada Allah. Keteladanan berupa akhlaq yang mulia. (akhlaqul-karimah) yang diajarkan dan dicontohkan kepada seluruh umatnya dan patut kita teladani antara lain:

Sifat yang wajib bagi rosul seperti siddiq (jujur), amanah (dapat dipercaya), tabligh (menyampaikan) dan fathanah (cerdas). Keempat sifat ini membentuk dasar keyakinan umat islam tentang kepribadian Rasullullah SAW.

Integritas juga menjadi bagian penting dari kepribadian Rosullullah SAW yang telah membuatnya berhasil dalam mencapai tujuan risalahnya. Integritas personalnya sedemikian kuat sehingga tak ada yang bisa mengalihkannya dari apapun yang menjadi tujuannya.

Prinsip kesetaraan di depan hukum merupakan merupakan satu dasar terpenting.

Salah satu fakta menarik tentang nilai-nilai manajerial kepemimpinan Rasullullah SAW adalah penggunaan konsep sahabat (bukan murid, staff, pembantu, anak buah, anggota, rakyat dan hamba) untuk menggambarkan pola hubungan antara beliau sebagai pemimpin dengan orang-orang yang berada dibawah kepemimpinannya. Sahabat dengan jelas mengandung makna kedekatan dan keakraban serta kesetaraan.

Keberhasilan Muhammad sebagai seorang pemimpin tak lepas dari kecakapannya membaca situasi dan kondisi yang dihadapinya, serta merancang strategi yang sesuai untuk diterapkan.

Tidak mengambil kesempatan dari kedudukan. Rosullullah SAW wafat tanpa meninggalkan warisan material. Sebuah riwayat malah beliau berdo’a “ya Allah hidupkan aku dalam keadaan miskin, matikan aku dalam keadaan miskin dan kumpulkan aku bersama orang-orang miskin dihari kiamat”.

Melihat kedepan, sejumlah hadist menunjukkan bahwa Rosullullah SAW adalah seorang pemimpin yang visioner, berfikir demi masa depan (sustainable).

Menjadi prototipe (model) bagi seluruh prinsip dan ajarannya. Pribadi Rosullullah SAW benar-benar mengandung cita-cita dan sekaligus proses panjang upaya pencapaian cita-cita tersebut. Beliau adalah personifikasi dari misinya. Terkadang kita lupa bahwa kegagalan sangat mudah terjadi manakala kehidupan seorang pemimpin tidak mencerminkan cita-cita yang diikrarkannya.

Setelah kita kaji secara mendalam ternyata nilai-nilai dasar kehidupan secara universal telah terkandung dalam butir-butir yang terkandung dari sila-sila dari pancasila. Nilai-nilai ini ternya juga tidak bertentangan dengan ajaran agama islam. Bahkan beberapa diantaranya merupakan perintah agama.

Bagaimana nilai-nilai ini dilaksanakan dan diajarkan oleh masyarakat bangsa kita? Bagaimana dengan komunitas kita dan bagaimana juga dengan kita masing-masing sebagai warga bangsa? Sudahkah kita menjadi bagian dari mereka yang melaksanakan/mematuhi prinsip-prinsip itu atau sebaliknya? Apakah agama kita juga sudah mengajarkannya? Sampai sejauh mana kita meyakini dan mengamalkannya.

kita bukan miskin (terbelakang) oleh karena umur negaranya masih muda atau tingkat intelegensia kita yang rendah ataupun kekurangan ketersediaan sumber kekayaan alam atau alam yang kejam pada kita. TIDAK!

kita miskin/terbelakang karena prilaku kita yang kurang baik. kita kekurangan kemauan untuk mematuhi dan mengajarkan prinsip dasar kehidupan yang sebetulnya terkandung dalam nilai-nilai pancasila. yang juga diajarkan oleh Rosullullah sebagai akhlaqul karimah. dan sebagian besar juga merupakan perintah agama.

Allah berfirman: sesungguhnya allah tidak akan merubah keadaan suatu hamba(bangsa) sehingga mereka sendiri yang merubahnya. maksudnya kalau kita tidak ada usaha untuk membangun karakter diri kita sendiri maka bangsa ini selamanya akan seperti ini.

untuk itu mari kita bersama-sama membangun karakter masing-masing yang baik demi kelangsungan bangsa indonesia ini. MERDEKA INDONESIA!!!

You Might Also Like:

Comment Policy: Silahkan tuliskan komentar Anda yang sesuai dengan topik postingan halaman ini. Komentar yang berisi tautan tidak akan ditampilkan sebelum disetujui.
Buka Komentar